Aku bangga menjadi orang jawa. Yang dianugerahi sikap lemah lembut dan tutur kata yang santun. Aku tidak mengajarkan untuk bersikap sukuisme. Tidak pula bersikap fanatik sempit. Tetaplah memperluas jaringan pertemanan dengan siapapun. Tak terbatas suku, agama, maupun ras. Namun, tetaplah menjaga nilai-nilai yang telah kita anut selama ini. Jangan sampai kita kehilangan jatidiri sebagai bangsa Indonesia dengan adat ketimuran kita.
Finally, I just want to say : "I'm Javanese...I'm Indonesian...and I'm proud of that11" (^_^)/
Sabtu, 22 Oktober 2011
I'm Javanese, I'm Indonesian, and I'm proud of that!
My Family...My Inspiration...
Jika ditanya, "Siapa yang paling menginspirasi kamu selama ini ?". Dengan mantap aku akan menjawab, "Keluarga kecilku". Karena merekalah aku sampai pada titik ini. Mereka selalu ada setiap saat, baik susah maupun senang. Mereka yang membuatku cukup kuat untuk bangkit dari keterpurukan. Mereka menguatkanku untuk tegak berdiri diatas kakiku sendiri, menghadapi setiap tantangan dalam hidup ini.
Terima kasih Alloh...karena Engkau telah menganugerahkanku keluarga kecil ini. Semoga kami senantiasa dapat menguatkan satu sama lain. Saling mengingatkan dikala lupa pada-Mu. Anugerahilah kami cinta kasih yang kekal. Amin.
Terima kasih Alloh...karena Engkau telah menganugerahkanku keluarga kecil ini. Semoga kami senantiasa dapat menguatkan satu sama lain. Saling mengingatkan dikala lupa pada-Mu. Anugerahilah kami cinta kasih yang kekal. Amin.
Waiting For The Sun...!
Ketika sesuatu itu harus ditunggu
Dan mungkin memang pantas untuk ditunggu
Tak perlu risau ataupun cemas
Pasrahkan semua hanya pada Alloh SWT semata
Gantungkan harapan-harapanmu hanya pada-Nya
Ketika sesuatu itu harus ditunggu
Tak perlu gundah
Karena segala sesuatu di dunia ini
berjalan menurut takdir-Nya
Ketika sesuatu itu harus ditunggu
Dan ikhtiar pun telah kita lalui
Tak perlu resah
Jangan pernah lelah meminta pada-Nya
Karena Alloh SWT Maha Mendengar....Maha Pengabul Doa...
Keep on fight!! Alloh always beside you... :)
Dan mungkin memang pantas untuk ditunggu
Tak perlu risau ataupun cemas
Pasrahkan semua hanya pada Alloh SWT semata
Gantungkan harapan-harapanmu hanya pada-Nya
Ketika sesuatu itu harus ditunggu
Tak perlu gundah
Karena segala sesuatu di dunia ini
berjalan menurut takdir-Nya
Ketika sesuatu itu harus ditunggu
Dan ikhtiar pun telah kita lalui
Tak perlu resah
Jangan pernah lelah meminta pada-Nya
Karena Alloh SWT Maha Mendengar....Maha Pengabul Doa...
Keep on fight!! Alloh always beside you... :)
Kamis, 20 Oktober 2011
Sepenuh Hati
Akhir-akhir ini banyak tugas yang harus diselesaikan, baik tugas di rumah maupun di kantor. Alhamdulilllah,....setiap saat bisa merancang schedule kegiatan yang mesti dilakukan. Otak terus diajak produktif, jadi nggak menganggur! ^_^
Yang terpenting, apapun tugas yang menanti kita, lakukanlah dengan sepenuh hati. Lakukan yang terbaik selagi kita bisa. Jangan setengah-setengah. Agar hasilnya pun bisa maksimal. Jika hasilnya maksimal, diri pun jadi terpuaskan. Acung jempol untuk usaha yang telah dilakukan. Semoga membawa berkah buat semuanya..amin.
Yaa Alloh, apapun tugas yang menantikan saya nanti, berikanlah jalan kemudahan untuk saya untuk menyelesaikannya dengan maksimal. Ridhoilah setiap langkah yang saya pilih. Jika langkah saya salah, tegurlah. Tunjukkan jalan yang terbaik menurut-Mu. Amin...
Yang terpenting, apapun tugas yang menanti kita, lakukanlah dengan sepenuh hati. Lakukan yang terbaik selagi kita bisa. Jangan setengah-setengah. Agar hasilnya pun bisa maksimal. Jika hasilnya maksimal, diri pun jadi terpuaskan. Acung jempol untuk usaha yang telah dilakukan. Semoga membawa berkah buat semuanya..amin.
Yaa Alloh, apapun tugas yang menantikan saya nanti, berikanlah jalan kemudahan untuk saya untuk menyelesaikannya dengan maksimal. Ridhoilah setiap langkah yang saya pilih. Jika langkah saya salah, tegurlah. Tunjukkan jalan yang terbaik menurut-Mu. Amin...
Minggu, 16 Oktober 2011
Hingga Akhir Waktu... (It's a nice lyrics!)
Akankah mungkin engkau merasakan
Apa yang ada di dalam hatiku
Bukan sekedar angan tak tentu
Ku hanya ingin ada untukmu
Mungkinkah kau menyadari
Hati ini tlah menjadi milikmu
Walau ku harus menghentikan dunia
Akan kutunggu kau…hanya kau… hingga akhir waktu…
Pernahkah engkau melihat jauh
Jauh ke dalam lubuk hatiku
Oh tiada satu keraguanku
Kuhanya ingin jadi milikmu
Mungkinkah kau menyadari
Hati ini telah menjadi milikmu
Walau kuharus menghentikan dunia
Akan kutunggu kau…hanya kau…hingga akhir waktu...(By: Aditya)
Sabtu, 15 Oktober 2011
Aisyah dan Maisyah
“Ada 3 perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu sholat apabila telah tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan WANITA (GADIS / JANDA) BILA MENEMUKAN LAKI-LAKI SEPADAN YANG MEMINANGNYA.” (H.R. Ahmad)
Karena jodoh adalah salah satu ketentuan-Nya, maka bersiaplah menerima apa yang telah Alloh SWT tentukan. Yakinlah bahwa Alloh pasti memberikan yang terbaik bagi kita, dan perlu usaha untuk mencapainya. Satu hal yang perlu dijadikan catatan penting : Jangan nilai calon pasanganmu hanya dari kondisinya pada saat ini, tapi nilailah ia dari potensi yang dimilikinya. Insya Alloh, ia bisa menjadi jauh lebih besar daripada dirinya yang sekarang.
Sebenarnya, apa saja yang perlu kita pertimbangkan dalam menilai calon pasangan hidup kita?? Berikut adalah sedikit ulasan yang saya ambil dari sebuah buku berjudul “Aisyah & Ma’isyah” karangan Ahmad Gozali.
• Dalam menilai seorang ikhwan seharusnya bukan dilihat dari seberapa besar penghasilannya sekarang. Akan tetapi seberapa besar tanggung jawabnya dalam mengusahakan nafkah untuk istri dan anaknya kelak. Karena dengan besarnya rasa tanggung jawab yang dimilikinya, bukan tidak mungkin, ia akan jauh lebih termotivasi dalam mencari ma’isyah yang lebih baik lagi.
• Sedangkan untuk menilai seorang akhwat, janganlah hanya menilai dari standar hidupnya selama ini, seakan-akan itulah yang harus dipenuhi saat hidup bersamanya. Tapi nilailah ia dari seberapa besar sifat qona’ahnya. Karena dengan sifat qona’ah, sedikit apapun yang dimiliki, tidak akan ada rasa kekurangan. Sebaliknya, sebanyak apapun yang diterima, tidak akan berlebihan dan mubadzir.
Seorang akhwat juga harus memiliki persiapan apabila ia akan memutuskan untuk menikah. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan tersebut adalah :
• Persiapan untuk mengelola keuangannya sendiri
• Persiapan untuk menghadapi perubahan gaya hidup mulai dari awal dengan keluarga barunya.
Terkadang ada sejumlah kekhawatiran dari pihak wanita. Rasa dilemma, apakah harus memilih si A yang notabene belum berpenghasilan atau si B yang sudah memiliki kepribadian ( kendaraan pribadi, rumah pribadi, de el el). Ada petikan kalimat dalam buku ini yang menjawab pertanyaan tadi, yaitu : “percayalah, perasaanmu akan sangat berbeda sekali jika kamu dan pasanganmu berjuang bersama dari titik nol menuju titik kesuksesan daripada kamu mengajak pasanganmu untuk langsung berada di titik kemampuan…”. Namun, itu semua saya kembalikan kepada pembaca, apakah setuju dengan pernyataan diatas atau tidak. Semua tergantung pribadi dan penilaian masing-masing individu.
Sebaiknya, seorang akhwat memilih seorang pemuda yang berani dan bertawakal, yakni pemuda yang berdoa agar mendapatkan yang terbaik, dan ia telah siap walaupun harus menghadapi kenyataan yang pahit sekalipun. Kemudian ia sempurnakan ikhtiarnya dalam mencari ma’isyah agar ia layak untuk mempersunting aisyahnya.
Seorang pemuda bisa dikatakan memiliki kemapanan financial apabila memenuhi standar2 berikut :
• Mampu mensyukuri penghasilan yang ada
• Mampu mencukupi kebutuhan dasar secara mandiri
• Memiliki semangat untuk terus meningkatkan penghasilan
Namun, kecenderungan manusia yang memiliki kekhawatiran akan kesulitan duniawi masih tetap saja ada. Tetapi, ingatlah. Bukankah menikah adalah salah satu dari sekian banyak rezeki dari Alloh?? Sesuai dengan apa yang terdapat dalam hadits berikut, “Dan bukan termasuk golonganku orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah, kemudian ia tidak menikah” (H.R. Ath-Thabrani). Begitupun juga apa yang terdapat dalam petikan ayat Al-Qur’an berikut, “…Jika mereka miskin, Alloh akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Alloh Mahaluas (pemberian-Nya)dan Maha Mengetahui” (Q.S. An-Nuur :32).
Akhir kata, semoga Alloh SWT senantiasa memberikan petunjuk-Nya pada kita dalam menentukan siapakah pendamping hidup kita nanti. Semoga diberikan yang terbaik oleh-Nya untuk kita. Amin.
Wassalammu’alaikum..
….Kita tidak akan pernah tahu bila kita tidak pernah memulai….^_^
Karena jodoh adalah salah satu ketentuan-Nya, maka bersiaplah menerima apa yang telah Alloh SWT tentukan. Yakinlah bahwa Alloh pasti memberikan yang terbaik bagi kita, dan perlu usaha untuk mencapainya. Satu hal yang perlu dijadikan catatan penting : Jangan nilai calon pasanganmu hanya dari kondisinya pada saat ini, tapi nilailah ia dari potensi yang dimilikinya. Insya Alloh, ia bisa menjadi jauh lebih besar daripada dirinya yang sekarang.
Sebenarnya, apa saja yang perlu kita pertimbangkan dalam menilai calon pasangan hidup kita?? Berikut adalah sedikit ulasan yang saya ambil dari sebuah buku berjudul “Aisyah & Ma’isyah” karangan Ahmad Gozali.
• Dalam menilai seorang ikhwan seharusnya bukan dilihat dari seberapa besar penghasilannya sekarang. Akan tetapi seberapa besar tanggung jawabnya dalam mengusahakan nafkah untuk istri dan anaknya kelak. Karena dengan besarnya rasa tanggung jawab yang dimilikinya, bukan tidak mungkin, ia akan jauh lebih termotivasi dalam mencari ma’isyah yang lebih baik lagi.
• Sedangkan untuk menilai seorang akhwat, janganlah hanya menilai dari standar hidupnya selama ini, seakan-akan itulah yang harus dipenuhi saat hidup bersamanya. Tapi nilailah ia dari seberapa besar sifat qona’ahnya. Karena dengan sifat qona’ah, sedikit apapun yang dimiliki, tidak akan ada rasa kekurangan. Sebaliknya, sebanyak apapun yang diterima, tidak akan berlebihan dan mubadzir.
Seorang akhwat juga harus memiliki persiapan apabila ia akan memutuskan untuk menikah. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan tersebut adalah :
• Persiapan untuk mengelola keuangannya sendiri
• Persiapan untuk menghadapi perubahan gaya hidup mulai dari awal dengan keluarga barunya.
Terkadang ada sejumlah kekhawatiran dari pihak wanita. Rasa dilemma, apakah harus memilih si A yang notabene belum berpenghasilan atau si B yang sudah memiliki kepribadian ( kendaraan pribadi, rumah pribadi, de el el). Ada petikan kalimat dalam buku ini yang menjawab pertanyaan tadi, yaitu : “percayalah, perasaanmu akan sangat berbeda sekali jika kamu dan pasanganmu berjuang bersama dari titik nol menuju titik kesuksesan daripada kamu mengajak pasanganmu untuk langsung berada di titik kemampuan…”. Namun, itu semua saya kembalikan kepada pembaca, apakah setuju dengan pernyataan diatas atau tidak. Semua tergantung pribadi dan penilaian masing-masing individu.
Sebaiknya, seorang akhwat memilih seorang pemuda yang berani dan bertawakal, yakni pemuda yang berdoa agar mendapatkan yang terbaik, dan ia telah siap walaupun harus menghadapi kenyataan yang pahit sekalipun. Kemudian ia sempurnakan ikhtiarnya dalam mencari ma’isyah agar ia layak untuk mempersunting aisyahnya.
Seorang pemuda bisa dikatakan memiliki kemapanan financial apabila memenuhi standar2 berikut :
• Mampu mensyukuri penghasilan yang ada
• Mampu mencukupi kebutuhan dasar secara mandiri
• Memiliki semangat untuk terus meningkatkan penghasilan
Namun, kecenderungan manusia yang memiliki kekhawatiran akan kesulitan duniawi masih tetap saja ada. Tetapi, ingatlah. Bukankah menikah adalah salah satu dari sekian banyak rezeki dari Alloh?? Sesuai dengan apa yang terdapat dalam hadits berikut, “Dan bukan termasuk golonganku orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah, kemudian ia tidak menikah” (H.R. Ath-Thabrani). Begitupun juga apa yang terdapat dalam petikan ayat Al-Qur’an berikut, “…Jika mereka miskin, Alloh akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Alloh Mahaluas (pemberian-Nya)dan Maha Mengetahui” (Q.S. An-Nuur :32).
Akhir kata, semoga Alloh SWT senantiasa memberikan petunjuk-Nya pada kita dalam menentukan siapakah pendamping hidup kita nanti. Semoga diberikan yang terbaik oleh-Nya untuk kita. Amin.
Wassalammu’alaikum..
….Kita tidak akan pernah tahu bila kita tidak pernah memulai….^_^
Rabu, 12 Oktober 2011
Antara Papa, Ayah, Bapak, Abah atau Abi...
bukan aku yang nulis ini pertama kali.. tapi saat baca ini pertama kali bener2 bikin aku merasa sangat sayang bapakku dan sangat bersyukur masih bisa bersamanya saat ini.. selamat membaca...
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Langganan:
Postingan (Atom)






